June 13, 2021

Legenda Piala Eropa: Dino Zoff, Benteng Terakhir Pertahanan Italia

3 min read

Sepak bola catenaccio ala Timnas Italia tidak hanya melahirkan banyak bek papan atas dunia. Italia juga punya banyak kiper legendaris. Jauh sebelum era Gianluigi Buffon, ada nama Dino Zoff.

Pada Piala Dunia 1982, Zoff jadi pemain tertua yang meraih gelar juara. Zoff yang kala itu didapuk menjadi kapten sudah berusia 40 tahun, 4 bulan, dan 13 hari.

Dino Zoff, yang kini berusia 79 tahun, menjalani laga debut di Piala Eropa 1968. Total, ia mengemas 112 caps bersama Gli Azurri.

Flashback jauh ke masa kecil Zoff, ia mungkin saja menjadi seorang mekanik jika tak suskses di sepak bola. Pria kelahiran Mariano del Friuli, Friuli-Venezia Giulia, Italia ini mengikuti saran sang ayah untuk studi di bidang mesin.

Namun, kecintaannya pada sepak bola tak terbendung lagi. Zoff lalu mencoba peruntungan di lapangan hijau pada usia 14 tahun.

Melegenda di Juventus

Jalannya di sepak bola tak berawal mulus. Ia trial di Inter Milan dan Juventus. Namun, yang ia dapat adalah penolakan karena postur. Sebagai kiper, postur adalah hal krusial.

Namun, Zoff tak patah arang. Ia mencoba berbagai cara untuk meninggikan badannya. Setelah bertambah 33 cm, ia lalu mencoba lagi dan akhirnya bergabung dengan Udinese pada 1961.

Kariernya pun mulai stabil hingga akhirnya gabung Juventus pada 1972. Di Juventuslah, Zoff meraih puncak karier hingga gantung sepatu pada 1983.

Bersama Juventus, Dino Zoff meraih enam gelar Serie A pada 1972–73, 1974–75, 1976–77, 1977–78, 1980–81, dan 1981–82. Lalu Coppa Italia 1978/79 dan 1982/83. Ia juga meraih gelar UEFA Cup pada 1976/77.

Piala Eropa

Dino Zoff sudah puas menjadi seorang pemain. Trofi Piala Dunia dan Piala Eropa sudah berada di genggamannya. Bersama Timnas Italia, Zoff meraih gelar Euro 1968. Ini merupakan trofi pertama untuk Italia. Di final, Italia mengalahkan Yugoslavia dalam dua laga (1-1) dan (2-0).

Zoff juga memegang rekor waktu terpanjang (1142 menit) tanpa kebobolan di pentas internasional pada 1972 dan 1974. Clean sheet itu diakhiri oleh gol indah pemain Haiti, Manno Sanon selama Piala Dunia 1974.

Zoff membuat penampilan terakhirnya untuk Italia pada 29 Mei 1983 pada laga kualifikasi Euro 1984 melawan Swedia.

Setelag gantung sepatu, Zoff tak bisa jauh-jauh dengan sepak bola. Ia mengawali karier sebagai pelatih kiper Juventus. Dia kemudian melatih tim Olimpiade Italia. Ini merupakan pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala.

Di skuad Olimpiade, ia membantu Italia lolos ke Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul. Zoff lalu menjabat sebagai pelatih kepala Juventus dari 1988 hingga 1990, menghasilkan Piala UEFA dan Coppa.

Euro 2000: Antara Fenomenal dan Menyesakkan

Hasil racikan Dino Zoff yang paling fenomenal ialah Timnas Italia 1998-2000.

Zoff membantu Gli Azurri lolos ke Euro 2000 dan dia memperkenalkan beberapa pemain muda ke tim, seperti Francesco Totti, Gianluca Zambrotta, Stefano Fiore, Massimo Ambrosini, Christian Abbiati, Marco Delvecchio, dan Vincenzo Montella.

Italia lolos ke final berhadapan dengan Prancis. Mereka hampir saja juara andai tak ada gol emas David Trezeguet pada waktu itu.

Saat ini, Zoff masih mengamati performa Timnas Italia. Ia pun berharap skuad racikan Roberto Mancini sukses.

“Saya yakin, Italia bisa menjadi juara di bawah kendali Roberto Mancini. Saya sangat menyukai permainan mereka,” ujar Zoff.

“Roberto Mancini sangat cakap menangani timnas. Ia bisa memilih pemain yang sesuai dan bisa mempersembahkan kemenangan untuk Italia,” ungkap Zoff.

Selain itu, Zoff juga mengatakan kalau Italia seharusnya bisa mengoleksi gelar Piala Eropa lebih banyak. Sejauh ini. Italia baru satu kali merasakan menjadi juara Piala Eropa, yaitu pada tahun 1968.

Leave a Reply

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.