May 8, 2021

Kartu Merah Di Maria, Jim Beglin Blunder Latino Temperament

2 min read

Insiden kartu merah Angel Di Maria mewarnai duel leg kedua semifinal Liga Champions 2020/21, Manchester City vs PSG, Rabu (5/5/2021). Di Maria merugikan tim yang sudah kesulitan.

Pasukan Pep Guardiola menyempurnakan kemenangan 2-1 di leg pertama lalu dengan kemenangan 2-0 di kandang sendiri. Kedua gol di Etihad Stadium kali ini diborong oleh Riyad Mahrez yang tampil luar biasa.

Sayangnya, PSG gagal memberikan permainan terbaik mereka di kedua leg. Bahkan dalam dua pertandingan ini masing-masing ada satu pemain PSG yang diusir dengan kartu merah.

Kali ini giliran Angel Di Maria yang dihukum kartu merah langsung di menit ke-69, saat PSG sudah tertinggal 0-2.

Insiden kartu merah Di Maria

Insiden kartu merah Di Maria ini cukup mengenaskan. Dia melakukan pelanggaran yang tidak perlu karena tidak bisa mengontrol temperamen.

Di Maria terlibat insiden dengan Fernandinho di tepi lapangan. Fernandinho mencoba menghalanginya membuat lemparan ke dalam dengan cepat.

Winger Argentina ini mungkin kesal dengan Fernandinho dan lepas kontrol menginjak kaki gelandang senior Man City itu.

Setelahnya, kehilangan satu pemain untuk 20 menit sisa jelas merugikan PSG.

Komentar dan permintaan maaf Beglin

Insiden kartu merah Di Maria ini pun berbuntut panjang karena komentar Jim Beglin, salah satu komentator di CBS.

Melihat Di Maria hilang kontrol, Beglin mengeluarkan komentar bernada pelecehan rasial. Dia menyebut aksi Di Maria sebagai “Latino temperament”.

Tentu komentar ini membuat Beglin diserang fans. Di Maria mungkin bersalah, tapi tidak ada gunanya menyindir rasnya. Beglin pun harus meminta maaf dan mengaku bersalah.

“Ketika Di Maria diusir ke luar lapangan, saya mendeskripsikannya dengan menggunakan kata Latino. Untuk siapa pun yang tersinggung, saya meminta maaf — sungguh meminta maaf,” ujar Beglin.

Leave a Reply

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.